Hidup tidak selamanya hanya tentang menghirup udara dan bergerak. Terkadang banyak kejutan yang tidak kita inginkan.
Manis dan pahit? Itu sudah perihal biasa. Biarkan apapun yang orang katakan, belum tentu mereka mengerti dengan apa yang kita rasakan. Ambil sisi positifnya saja, tak perlu dipikir terlalu panjang. Tidak ada yang sempurna, semua juga pernah merana. Ada masa kelam yang dikubur dalam-dalam. Tak ada bunga merekah sempurna tanpa melalui langkah yang salah lalu terarah.
Terkadang mungkin dunia tak selalu berpihak pada kita, tidak semua yang kita mau dunia juga setuju. Bukan tentang kesempurnaan tapi tentang sebuah perjalanan yang berproses sesuai dengan skenario Tuhan. Mungkin kita memang lahir untuk saling menghargai, tapi bukan berarti dengan cara kita hanya berdiam diri, berpura-pura menerima dan mengerutuk dalam hati. Ada kalanya kita menyuarakan melodi hati dengan penuh rasa hati-hati, walau tak semua bisa memahami.
Tidak semua hasil yang membuat hari kita terasa semakin cerah diiringi oleh langkah yang ramah. Terkadang ada puncak amarah yang menjadikan kita goyah untuk menentukan sebuah arah dan berujung membawa kita pada titik terendah dari sebuah proses perjalanan. Dan pada akhirnya tidak semua yang berjalan aman tanpa ada goncangan bisa membuahkan hasil yang melebihi harapan. Sewaktu-waktu kita perlu keluar dari zona nyaman untuk menggapai sebuah tujuan walau harus merasakan sakitnya beribu sayatan.
Jika dipikir mengapa Tuhan pernah membawa kita pada titik rasa ingin menyerah, karena di balik itu semua Tuhan telah mempersiapkan secelah hikmah dan apresiasi atas segala rasa lelah kita dengan hadirnya hari-hari yang akan terasa semakin merekah.
Semua menjadi kuat dengan terjangan yang berat. Bagaimanapun rintangan dari Tuhan harus tetap kita jalani, walau sebenarnya hal ini sakit untuk terus dilalui. Mari kembali bangkit sebelum semua hal yang membuat kita sakit kembali menjangkit.
Mari kembali bangkit agar tak terlalu lama terjebak dalam rasa sakit. Lupakan perihal apa yang membuatmu kalah, bila lelah, mulailah untuk naik, karena tidak selamanya dunia itu baik. Maka dari itu lebih baik kita yang mulai berbenah diri untuk menuju suatu hal yang membuat versi diri kita jauh lebih baik.
Pada intinyaa...
Diam bukan berarti lemah, tapi sedang berusaha menata bagaimana caranya untuk kembali merekah. Dan, bergerak bukan berarti mengelak, tapi sedang berusaha mempertahankan bagaimana caranya agar tetap berdiri tegak. Dari gema teruntuk semesta. Pada hakikatnya semua akan menjumpai dan kembali pada porsinya masing-masing. Bila memang takdir, pasti Tuhan izinkan untuk kembali hadir.
— kaTael —