Seperti malam yang sunyi
dan bersanding dengan canda,
mereka bersinar.
Ditemani gemintang yang bertebaran,
di kala malam itu.
Mengingatkanmu padamu, sang Nayanika.
Yang kugumamkan
melalui rangkaian aksara pekat
mengharap nestapa.
Namun pada akhirnya,
Aku harus merelakanmu.
Serta,
menghilangkan rasa yang menggebu-gebu.
sebab aku tahu
yang kamu mau, BUKAN AKU.
Terima kasih sudah menjadi bianglalaku.
Sebelum akhirnya kau pergi bersama baskara yang jingga
dan kau pupuskan hasratku menjadi lara.