← Kembali ke Berita & Buletin

Influence, Influencer, dan Muhasabah Diri

Di era sekarang sosial media menjadi sesuatu hal yang sangat lumrah berada di sekitar kita, tentunya hal ini berdampak besar pada trend yang muncul di tengah-tengah kita sebagai penggunanya. Menurut penelitian wearesocial hootsuite, 150 juta orang atau 56% dari total populasi Indonesia menggunakan media sosial. Maka secara tidak langsung cara berfikir kita, bahasa dan diksi yang kita gunakan, serta bagaimana cara kita berpenampilan banyak dipengaruhi oleh media sosial yang kita gunakan dan sesuai dengan influencer yang menjadi idola.

Sikap skeptis tentunya menjadi “barang” yang berharga untuk saat ini, karena tidak semua trend di media sosial sesuai dengan diri kita. Kita harus punya daya determinasi di pikiran terhadap informasi yang masuk dan apa saja yang terjadi di sekitar kita.

Manusia modern sekarang harus bisa mempelajari diri mereka dulu baru kemudian bisa memilah apa saja trend yang sesuai, dan bisa digunakan pada dirinya.

Sekitar tahun 2014 silam saya kebetulan menonton film berjudul Malaikat Tanpa Sayap. Betapa terkesannya saya kepada Adipati Dolken dalam film tersebut, rambut agak ikal, kemeja flannel tanpa dikancingkan dan memakai kalung yang sepertinya dari bahan paracord. Seketika itu muncul obsesi untuk menjadikannya acuan dalam berpenampilan, dan itulah pertama kalinya dalam hidup saya ingin memakai kalung, dengan ekspektasi akan mirip Adipati Dolken di film Malaikat Tanpa Sayap. Uang sudah siap, tujuan toko aksesoris sudah ditentukan.

Ndilalah ketika akan berangkat saya berdiri di depan cermin dan memandangi wajah yang ada di balik cermin itu seraya membatin “nek wajahku ngene, terus kalungan, koyoke lebih mirip anjing daripada mirip Adipati Dolken”. Dan alhamdulillah itu tidak pernah terjadi.

Ingin Bergabung dengan Nurul Qur'an?

Lihat jadwal, syarat, dan cara pendaftaran siswa baru.

Lihat Info SPMB