Alih-alih mencari uang untuk kebutuhan pokok seperti makanan bergizi atau minuman bersih, 70% orang miskin lebih memilih membeli sesuatu yang jelas lebih banyak dampak negatifnya daripada dampak positifnya. Angka 70% ini didapatkan dari survei yang diadakan oleh Komite Nasional Pengendalian Tembakau (KOMNASPT). Sebagian dari data ini termasuk di dalamnya adalah kelompok usia produktif.
“Yang menyedihkan ialah bahwa sebagian besar perokok (sekitar 70 persen) berasal dari keluarga miskin dan usia produktif. Padahal seharusnya uang yang digunakan untuk membeli rokok bisa dialokasikan untuk membeli makanan dan minuman yang berguna untuk keluarga,” ujar Laksmiati dalam konferensi pers Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2018 di Jakarta, Selasa (5/6/2018).
Mari normalisasikan merokok itu tidak keren, merokok hanya merusak tubuhmu dan tubuh keluargamu. Berapa banyak balita terkena penyakit yang disebabkan oleh orang tua atau keluarganya yang merokok. Merokok juga merusak keuanganmu. Berapa banyak orang yang tidak bisa menabung karena hanya fokus membeli rokok yang harganya terus meningkat.
Sumber: komnaspt.or.id